Dalam
sambutannya, Djoko mengatakan bahwa tahun 2011 ini merupakan tahun pertama dari
Agenda 5 Tahunan Ke-2 (2011-2015) Transformasi Konstruksi Indonesia yang
memiliki agenda menggairahkan perkembangan sektor konstruksi melalui pendekatan
strategis dan pendayagunaan sumber daya konstruksi nasional maupun global. “Di
antaranya, melalui pemberian insentif dan dukungan untuk mewujudkan lingkungan
yang kondusif bagi usaha maupun pemangku kepentingan sektor konstruksi lainnya,
serta mengembangkan semua potensi yang ada secara kreatif,” katanya.
Menurut
Menteri PU, secara umum kapitalisasi sektor kontruksi dan pasar jasa konstruksi
pemerintah terus meingkat dari tahun ke tahun. Demikian pula pasar jasa
konstruksi di sektor swasta, nilainya juga terus meningkat, bahkan telah mampu
mengungguli nilai pasar jasa konstruksi pemerintah, yakni sekitar 60% dari total
nilai pasar jasa konstruksi nasional. Kecenderungan peningkatan tersebut
merupakan buah dari penetapan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas
pembangunan nasional.
“Berdasarkan data dari BPS, PDB atas dasar harga berlaku untuk sektor konstruksi
terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2008, nilai PDB konstruksi
adalah sebesar Rp 419,6 triliun, tahun 2009 sebesar Rp 555 triliun, dan pada
tahun 2010 semester pertama telah mencapai nilai Rp 310,3 triliun,” jelas
Menteri PU.
Lebih
lanjut, Djoko mengatakan, Global Competitiveness Index Indonesia menurut World
Economic Forum secara umum mengalami peningkatan daya saing dari sebelumnya
peringkat 54 (2009-2010) menjadi peringkat 44 (2010-2011), akan tetapi daya
saing infrastruktur Indonesia masih di peringkat 82. “Hal ini menyiratkan bahwa
pembangunan infrastruktur di Indonesia masih perlu ditingkatkan. Demikian juga
target perumbuhan ekonomi yang diharapkan mencapai 6,4% di tahun 2011 ini, hanya
dapat didukung oleh pembangunan infrastruktur yang memadai,” katanya.
Semua
target pencapaian tersebut, kata Djoko, dapat terwujud bilamana terjadi kegiatan
investasi dalam jumlah yang memadai oleh sektor swasta dan masyarakat, mengingat
terbatasnya APBN kita. Di sinilah pentingnya upaya percepatan belanja pemerintah
di bidang infrastruktur untuk mendorong investasi sebesar-besarnya oleh
masyarakat dan dunia usaha. “Untuk itu, pemerintah terus melakukan perbaikan
regulasi agar pembenahan dan pembangunan infrastruktur dapat segera terealisasi
melalui program kerjasama pemerintah swasta (KPS) serta pelaksanaan UU Pengadaan
Lahan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pembinaan (BP) Konstruksi Kementerian PU Bambang
Goeritno mengatakan, sejak tahun 2003 kegiatan Konstruksi Indonesia telah
diselenggarakan setiap tahun oleh Kementerian PU sebagai ajang untuk
menumbuhkembangkan apresiasi terhadap peran industri dan jasa konstruksi dalam
perkembangan sektor perekonomian nasional serta berbagai aspek kehidupan sosial
budaya masyarakat.
Kini,
di tahun 2011, Konstruksi Indonesia hadir dengan tema “Mewujudkan Konstruksi
Indonesia yang Kreatif, Inovatif, dan Berdaya Saing dalam Rangka Mendukung
Pembangunan Infrastruktur yang Berkelanjutan”. Adapun kegiatan yang dilakukan
meliputi lomba tukang, sarasehan tukang, lomba foto konstruksi, lomba
jurnalistik/karya tulis media cetak, lomba karya tulis ilmiah terkait konstruksi,
penghargaan kinerja proyek konstruksi, penghargaan karya konstruksi, penyusunan
buku konstruksi Indonesia, serta pameran dan seminar, dengan puncak acara adalah
Pameran Konstruksi Indonesia yang akan diadakan dalam rangka memperingati Hari
Bhakti PU.
Link terkait berita tersebut: www.konstruksiindonesia2011.com
sumber: puskompu
|